Selasa, 06 Desember 2011

Geografi Poltik Negara Thailand


BAB I
PENDAHULUAN
A.    Latar Belakang
Kerajaan Thai (nama resmi bahasa Thai: ราชอาณาจักรไทย Ratcha Anachak Thai; atau Prathēt Thai), yang lebih sering disebut Thailand dalam bahasa Inggris, atau dalam bahasa aslinya Mueang Thai (dibaca: "meng-thai", sama dengan versi Inggrisnya, berarti "Negeri Thai"), adalah sebuah negara di Asia Tenggara yang berbatasan dengan Laos dan Kamboja di timur, Malaysia dan Teluk Siam di selatan, dan Myanmar dan Laut Andaman di barat. Kerajaan Thai dahulu dikenal sebagai Siam sampai tanggal 11 Mei 1949. Kata "Thai" (ไทย) berarti "kebebasan" dalam bahasa Thai, namun juga dapat merujuk kepada suku Thai, sehingga menyebabkan nama Siam masih digunakan di kalangan warga negara Thai terutama kaum minoritas Tionghoa.
Asal mula Kerajaan Thai secara tradisional dikaitkan dengan sebuah kerajaan yang berumur pendek, Kerajaan Sukhothai yang didirikan pada tahun 1238. Kerajaan ini kemudian diteruskan Kerajaan Ayutthaya yang didirikan pada pertengahan abad ke-14 dan berukuran lebih besar dibandingkan Sukhothai. Kebudayaan Kerajaan Thai dipengaruhi dengan kuat oleh Tiongkok dan India. Hubungan dengan beberapa negara besar Eropa dimulai pada abad ke-16 namun meskipun mengalami tekanan yang kuat, Kerajaan Thai tetap bertahan sebagai satu-satunya negara di Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah oleh negara Eropa, meski pengaruh Barat, termasuk ancaman kekerasan, mengakibatkan berbagai perubahan pada abad ke-19 dan diberikannya banyak kelonggaran bagi pedagang-pedagang Britania.
Sebuah revolusi tak berdarah pada tahun 1932 menyebabkan dimulainya monarki konstitusional. Sebelumnya dikenal dengan nama Siam, negara ini mengganti nama internasionalnya menjadi "Thailand" pada tahun 1939 dan untuk seterusnya, setelah pernah sekali mengganti kembali ke nama lamanya pasca-Perang Dunia II. Pada perang tersebut, Kerajaan Thai bersekutu dengan Jepang; tetapi saat Perang Dunia II berakhir, Kerajaan Thai menjadi sekutu Amerika Serikat. Beberapa kudeta terjadi dalam tahun-tahun setelah berakhirnya perang, namun Kerajaan Thai mulai bergerak ke arah demokrasi sejak tahun 1980-an.
Kalender Kerajaan Thai didasarkan pada Tahun Buddha, yang lebih cepat 543 tahun dibandingkan kalender Barat. Tahun 2000 Masehi sama dengan tahun 2543 dalam kalender Kerajaan Thai. Pada 26 Desember 2004, pesisir barat Kerajaan Thaiditerjang tsunami setinggi 10 meter setelah terjadinya gempa bumi Samudra Hindia 2004, menewaskan 5.000 orang di Kerajaan Thai, dan setengahnya merupakan wisatawan. Pada awal 2005 terjadi sebuah tragedi di Kerajaan Thai Selatan yang mempunyai populasi dengan mayoritas Muslim. Sekitar 70 orang terbunuh akibat kekerasan yang dilakukan oleh rezim Shinawatra. Banyak negara yang mengecam keras tragedi ini. Namun dalam pemilihan kepala pemerintahan, Thaksin Shinawatra kembali memerintah negara ini untuk empat tahun berikutnya.

B.     Batasan Masalah
Adapun yang akan dikaji dalam makalah ini adalah tentang bagaimana politik dalam pemerintahan Negara Thailand, SDA, Penduduk dan geografis negara ini.
C.    Tujuan
Tujuan dalam pembuatan makalah ini adalah untuk mengetahui keadaan Negara Thailand dan juga sebagai materi yang di beri dosen pembimbing untuk mata kuliah Geografi Politik.

BAB II
PEMBAHASAN
A.   Letak Geografis dan Astronomis











Kerajaan Thai merupakan tempat terletaknya beberapa wilayah geografis yang berbeda. Di sebelah utara, keadaannya bergunung-gunung, dan titik tertingginya berada di Doi Inthanon (2.576 m). Sebelah timur laut terdiri dari Hamparan Khorat, yang dibatasi di timur oleh sungai Mekong. Wilayah tengah negara didominasi lembah sungai Chao Phraya yang hampir seluruhnya datar, dan mengalir ke Teluk Thailand. Di sebelah selatan terdapat Tanah Genting Kra yang melebar ke Semenanjung Melayu.
Cuaca setempat adalah tropis dan bercirikan monsun. Ada monsun hujan, hangat dan berawan dari sebelah barat daya antara pertengahan Mei dan September, serta monsun yang kering dan sejuk dari sebelah timur laut dari November hingga pertengahan Maret. Tanah genting di sebelah selatan selalu panas dan lembab. Kota-kota besar selain ibu kota Bangkok termasuk Nakhon Ratchasima, Nakhon Sawan, Chiang Mai, dan Songkhla.
Kerajaan Thai berbatasan dengan  Ibu Kota : Bangkok, Bentuk Pemerintahan : Kerajaan , Kepala Negara : Raja, Kepala Pemerintahan : Perdana Menteri , Bahasa Nasional : Bahasa Thai / Bahasa Siam , Lagu Kebangsaan : Pleng Chard Tahi , Mata Uang : Bath , Agama : Budha ( 94 % ), Islam dan Kristen ( 6 % ), Penduduk : Sebagian besar suku Thai ( 82 % ), ras lainnya ( 18 % )
Batas Negara : Utara : Myanmar dan Laos, Timur : Laos dan Kamboja , Selatan : Malaysia dan Teluk Siam, Barat : Myanmar dan Samudera Hindia
Koordinat geografisnya adalah 5°-21° LU dan 97°-106° BT. Negeri seluas 510.000 kilometer ini kira-kira seukuran dengan Perancis. Secara geografis, Thailand terbagi enam: perbukitan di utara di mana gajah-gajah bekerja di hutan dan udara musim dinginnya cukup baik untuk tanaman seperti strawberry dan peach, plateau luas di timur laut berbatasan dengan Sungai Mekong, dataran tengah yang sangat subur, daerah pantai di timur dengan resor-resor musim panas di atas hamparan pasir putih, pegunungan dan lembah di barat, serta daerah selatan yang sangat cantik.

B.   Politik dan Pemerintahan
Politik Thailand pada masa ini berlangsung dalam rangka kerja raja berperlembagaan, yang mana Perdana Menteri adalah ketua kerajaan dan raja ialah ketua negara. Jabatan kehakiman pula bebas dari cabang-cabang eksekutif dan legislatif.
Kerajaan-kerajaan beraja Thai dan kerajaan beraja Siam terakhir adalah di bawah pemerintahan mutlak raja-raja. bagaimanapun, selepas 'revolusi demokratik' di dalam tahun 1932, negara ini secara rasminya telah menjadi negara di bawah demokratik beraja berperlembagaan dengan satu perdana menteri sebagai ketua kerajaan dan perlembaagan bertulis pertama telah dikeluarkan. Semenjak daripada itu, Thailand sudah mempunyai tujuhbelas piagam dan perlembagaan, menunjukkan satu ketidakstabilan politik yang tinggi dan kekerapan rampasan kuasa tentera yang tinggi dihadapi oleh negara berkenaan. Selepas beberapa rampasan kuasa tentera yang berjaya, rezim-rezim tentera akan merubah perlembagaan yang ada dan membuat perlembagaan interim yang baru.
Negara Thailand menjadikan Raja sebagai kepala angkatan bersenjata dan penegak semua agama. Sebagai Kepala Negara, Raja melaksanakan kekuasaan legislatifnya melalui parlemen, kekuasaan eksekutifnya melalui kabinet, kekuasaan yudisial melalui pengadilan. Kerajaan memiliki hak untuk mendukung dan hak untuk mengingatkan pemerintah apabila tidak menjalankan urusan negara atas nama kebaikan rakyat. Badan legislatif Thailand adalah bikameral. Sang raja mempunyai sedikit kekuasaan langsung di bawah konstitusi namun ia merupakan pelindung Buddhisme Thailand dan lambang jati diri dan persatuan bangsa. Raja yang memerintah saat ini dihormati dengan besar dan dianggap sebagai pemimpin dari segi moral, suatu hal yang telah dimanfaatkan pada beberapa kesempatan untuk menyelesaikan krisis politik.
Kepala negara adalah Perdana Menteri, yang dilantik sang raja dari anggota-anggota parlemen dan biasanya adalah pemimpin partai mayoritas. Anggota  Parlemen terdiri dari 500 anggota legislatifnya (anggota parlemen) yang dipilih secara populer. Masing-masing anggota Menduduki jabatan selama 4 tahun. 400 anggota berasal dari daerah (dipilih langsung oleh konstitusinnya, masing-masing mewakili sekitar 150.000 orang). 100 anggota berasal dari partai (dipilih secara tidak langsung oleh persentase suara yang diterima partai). Senat terdiri dari 200 kursi. Senator Thailand dipilih langsung untuk pertama kalinya pada 2 Maret 2000 (sebelumnya diangkat oleh Raja atas rekomendasi Dewan Menteri). Menduduki jabatan selama 6 tahun. Lembaga eksekutif dipimpin oleh Perdana Menteri (sejak amandemen konstitusi 1992 harus anggota parlemen). Kabinet bertanggungjawab atas administrasi 14 kementerian, dan Kantor Perdana Menteri..
Panitia kabinet yang lebih kecil dibentuk untuk menyeleksi proposal dari berbagai kementerian sebelum dimasukkan ke kabinet besar. Panitia tersebut juga bisa diberi tugas oleh PM untuk memeriksa proyek atau kebijakan. Kantor PM adalah sebuah badan sentral, yg sejajar dgn kementerian. Tanggungjawab utamanya memformulasikan kebijakan nasional. Parlemen Thailand yang bikameral dinamakan Majelis Nasional atau Rathasapha.
Monarki konstitusional adalah bentuk sistem pemerintahannya berjalan sesuai undang-undang. Ada pemilahan kekuasaan dan otoritas. Raja hanya sebagai simbol. Tapi yang menangani pemerintahan itu perdana menteri. Perbedaan diantara raja dengan presiden sebagai kepala negara adalah raja menjadi kepala negara sepanjang hayatnya atau harus sampai turun tahta, sedangkan presiden biasanya memegang jabatan ini untuk jangka waktu tertentu.
Namun dalam negara-negara federasi seperti Malaysia, raja atau agong hanya berkuasa selama 5 tahun dan akan digantikan dengan raja dari negeri lain dalam persekutuan. Dalam zaman sekarang, konsep monarki mutlak hampir tidak ada lagi dan kebanyakannya adalah monarki konstitusional, yaitu raja yang terbatas kekuasaannya oleh konstitusi. Monarki juga merujuk kepada orang atau institusi yang berkaitan dengan Raja atau kerajaan di mana raja berfungsi sebagai kepala eksekutif.
Saat ini, monarki konstitusional lazimnya digabung dengan demokrasi representatif. Oleh karena itu, kerajaan masih di bawah kekuasaan rakyat tetapi raja mempunyai peranan tradisional di dalam sebuah negara. Pada hakikatnya sang Perdana Menteri, pemimpin yang dipilih oleh rakyat, yang memerintah negara dan bukannya Raja. Namun demikian, terdapat juga Raja yang bergabung dengan kerajaan yang tidak demokratis. Misalnya, sewaktu Perang Dunia II, raja Jepang bergabung dengan kerajaan tentera yang dipimpin seorang diktator dan juga sekarang di Thailand. Beberapa sistem monarki konstitusional mengikuti keturunan; manakala yang lain melalui sistem demokratis seperti di Thailand di mana Yang di-Pertuan Agong dipilih oleh Majelis Raja-Raja setiap lima tahun yang disebut Bhumibol Adulyadej.

Perbedaan Presidensil dan Monarki Konstitusional Sistem presidensial (presidensial), atau disebut juga dengan sistem kongresional, merupakan sistem pemerintahan negara republik di mana kekuasan eksekutif dipilih melalui pemilu dan terpisah dengan kekuasan legislatif.
Menurut Rod Hague, pemerintahan presidensiil terdiri dari 3 unsur yaitu:
1.      Presiden yang dipilih rakyat memimpin pemerintahan dan mengangkat pejabat-pejabat pemerintahan yang terkait.
2.      Presiden dengan dewan perwakilan memiliki masa jabatan yang tetap, tidak bisa saling menjatuhkan.
3.      Tidak ada status yang tumpang tindih antara badan eksekutif dan badan legislatif.
Dalam sistem presidensiil, presiden memiliki posisi yang relatif kuat dan tidak dapat dijatuhkan karena rendah subjektif seperti rendahnya dukungan politik. Namun masih ada mekanisme untuk mengontrol presiden. Jika presiden melakukan pelanggaran konstitusi, pengkhianatan terhadap negara, dan terlibat masalah kriminal, , posisi presiden bisa dijatuhkan. Bila ia diberhentikan karena pelanggaran-pelanggaran tertentu, biasanya seorang wakil presiden akan menggantikan posisinya. Model ini dianut oleh Amerika Serikat, Filipina, Indonesia dan sebagian besar negara-negara Amerika Latin dan Amerika Tengah.
Monarki konstitusional adalah sejenis monarki yang didirikan di bawah sistem konstitusional yang mengakui raja (atau kaisar) sebagai kepala negara. Monarki konstitusional yang modern biasanya menggunakan konsep trias politica, atau politik tiga serangkai. Ini berarti raja adalah hanya ketua simbolis cabang eksekutif. Jika seorang raja mempunyai kekuasaan pemerintahan yang penuh, ia disebut monarki mutlak atau monarki absolut. Saat ini, monarki konstitusional lazimnya digabung dengan demokrasi representatif. Oleh karena itu, kerajaan masih di bawah kekuasaan rakyat tetapi raja mempunyai peranan tradisional di dalam sebuah negara. Pada hakikatnya sang perdana menteri, pemimpin yang dipilih oleh rakyat, yang memerintah negara dan bukannya Raja. Namun demikian, terdapat juga raja yang bergabung dengan kerajaan yang tidak demokratis. Misalnya, sewaktu Perang Dunia II, Kaisar Jepang bergabung dengan kerajaan tentara yang dipimpin seorang diktator. Beberapa sistem monarki konstitusional mengikuti keturunan; manakala yang lain melalui sistem demokratis seperti di Malaysia di mana Yang di-Pertuan Agong dipilih oleh Majelis Raja-Raja setiap lima tahun.

C.   Smber Daya Alam

Sebagai salah satu negara penting dan terbilang maju di kawasan Asia Tenggara, Thailand sangat berpotensi untuk menjadi negara adidaya di kawasan tersebut. Tidak hanya itu, negara ini juga memiliki potensi untuk menjadi sebuah negara kuat/besar, bahkan mungkin negara adidaya menggantikan Amerika S. Mengapa? Jika kita lihat dari sumber daya, baik itu Sumber Daya Alam (SDA) maupun Sumber Daya Manusianya (SDM), Thailand memiliki banyak sekali kelebihan, serta tidak kalah dengan negara-negara maju lainnya, seperti sumber daya mineral, timah, batu permata, dan nilam. Thailand juga memiliki cadangan batu bara yang sangat besar, serta memiliki kekayaan hutan dan laut yang sangat melimpah, sehingga menjadikannya salah satu negara penghasil komoditas pertanian (agrikultur) dan perikanan terbesar di dunia.

Di kawasan Asia Tenggara, jika dibandingkan dengan negara tetangganya yang sudah lumayan maju, seperti Malaysia, Singapura dan Indonesia, dari segi SDA negara ini bahkan mengungguli Malaysia, apalagi Singapura. Meskipun dengan Indonesia tidak, karena kita ketahui bahwa Indonesia memiliki SDA terbesar di Asia Tenggara, serta merupakan pula negara terbesar di kawasan Asia Tenggara. Namun, dalam pemanfaatannya, Thailand lebih baik dibandingkan dengan Indonesia. Hal ini dapat terlihat dari kemampuan Thailand dalam mengelola lahan pertanian dan pertambangan, sehingga menjadikannya negara pengekspor padi tebesar, serta juga salah satu negara terbesar penghasil dan pengekspor barang-barang tambang.
Dari segi SDM sendiri, Thailand merupakan negara produsen terbesar produk-produk otomotif dan elektronik, sehingga tidak diragukan lagi kalau negara ini memiliki SDM yang handal, meskipun mungkin masih kalah jika dibandingkan dengan negara tetangganya, yakni Singapura dan Malaysia. Namun, jika melihat dari kekuatan militer Thailand yang memiliki armada besar dan lengkap, serta adanya wajib militer bagi semua laki-laki Thailand yang berumur 21 sampai 30 tahun, sebuah kapal induk, juga anggaran militer sebesar 1,8% dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) (tahun 2005), Thailand masih unggul jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia. Ditambah lagi, luas wilayah dan jumlah penduduk Thailand jauh lebih besar jika dibandingkan dengan Singapura dan Malaysia.

Sehingga, Thailand dapat dikatakan sebagai pilar utama di kawasan Asia Tenggara, serta memiliki potensi untuk menjadi negara adidaya di kawasan tersebut. Sebagai tambahan, jika dilihat dari sejarah latar belakang negara ini, Thailand memiliki status istimewa sebagai satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah mengalami masa penjajahan, status ini membuat banyak pandangan tentang orang barat relatif tidak terlalu buruk. Dengan demikian rakyat Thailand tidak pernah mengalami pahit getirnya masa penjajahan yang menumbuhkan rasa permusuhan bangsa-bangsa lain di Asia Tenggara, khususnya terhadap negara penjajah. Bahkan pengalaman sejarah yang unik tersebut membuat Thailand lebih cepat dan mudah dalam menyesuaikan diri dalam dengan proses modernisasi seperti negara-negara barat (Dikutip dari Skripsinya Ganjar Nugraha, Peranan Raja dan Militer Dalam Perpolitikan Thailand: 3-4).
Sedangkan, potensi Thailand untuk menjadi negara adidaya di dunia juga dapat dilihat dari potensi negara untuk menjadi negara adidaya di kawasan seperti yang sudah dijelaskan di atas. Sehingga, apabila Thailand dapat menjadi negara pilar utama/negara adidaya di kawasan ASEAN, besar kemungkinan negara ini juga dapat menjadi sebuah negara adidaya di dunia. Karena seperti kita ketahui bahwa ASEAN merupakan sebuah organisasi kawasan yang paling eksis kedua setelah Uni Eropa, serta juga memiliki jumlah penduduk yang sangat besar.
Adapun dalam proses menuju sebuah negara adidaya tadi, Thailand dapat melakukan hal-hal sebagai berikut :
1.      Menjadi sebuah negara adidaya dalam suatu kawasan. Dalam hal ini ASEAN, sehingga, jika Thailand dapat menguasai atau menjadi negara adidaya di ASEAN, besar kemungkinan Thailand juga dapat menjadi negara adidaya di dunia. 
2.      Mengembangkan penguasaan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi, sehingga salah satu hal yang menjadi ukuran sebuah negara maju, yakni SDM (Sumber Daya Manusia) dapat lebih meningkat. Sebagai negara yang berusaha untuk menjadi negara maju atau bahkan negara adidaya, ada baiknya Thailand mengembangkan teknologi-teknologi yang menjadi kebutuhan di jaman globalisasi saat ini, seperti teknologi informasi dan komunikasi. Juga, ditengah krisis energi saat ini, pengembangan sumber daya nuklir sangat diperlukan. Apalagi, jika dikaitkan dengan pertahanan negara, pemanfaatan energi nuklir sebagai sebuah senjata sangat diperlukan sekali bagi negara adidaya.
3.      Sebagai sebuah negara yang tidak pernah dijajah, Thailand lebih cepat dan mudah dalam menyesuaikan diri dengan proses modernisasi seperti negara-negara barat. Sehingga, hubungan baik dengan negara-negara barat dapat mudah dilakukan. Hubungan dengan negara-negara barat tadi, secara tidak langsung dapat menjadikan Thailand sebagai negara partner, dan proses transfer teknologi maupun bantuan/pinjaman modal pun mudah didapatkan oleh Thailand.
4.       Memanfaatkan secara maksimal semua potensi-potensi yang ada.

D.   Demografi
Populasi Thailand didominasi etnis Thai dan Lao, yang berjumlah 3/4 dari seluruh penduduk. Selain itu juga terdapat komunitas besar etnis Tionghoa yang secara sejarah memegang peranan yang besar (yang tidak proporsional dengan jumlahnya di negara tersebut) dalam bidang ekonomi. Etnis lainnya termasuk etnis Melayu di selatan, Mon, Khmer dan berbagai suku orang bukit.
Sekitar 95% penduduk Thailand adalah pemeluk agama Buddha aliran Theravada, namun ada minoritas kecil pemeluk agama Islam, Kristen dan Hindu. Buddha adalah agama negara Thailand, 90 persen penduduk menganut agama Buddha. Selama ratusan tahun ini, baik adat istiadat, sastra dan seni maupun arsitektur, erat kaitannya dengan agama Buddha. Di Thailand, anak laki-laki yang menganut agama Buddha, sampai usia tertentu harus menjadi biksu, bahkan anggota keluarga raja dan bangsawan tidak terkecuali. Berwisata di Thailand, di mana-mana tampak biksu yang mengenakan jubah kuning serta kuil-kuil yang indah dan megah. Maka, Thailand terkenal pula dengan nama "Negeri Jubah Kuning". Agama Buddha telah menciptakan kriteria moral bagi penduduk Thailand sehingga warga di negeri itu menjunjung semangat mengalah, tenteram dan cinta perdamaian. Bahasa Thailand merupakan bahasa nasional Thailand, yang ditulis menggunakan aksaranya sendiri, tetapi ada banyak juga bahasa daerah lainnya. Bahasa Inggris juga diajarkan secara luas di sekolah.
1.      Penduduk
Umumnya masyarakat di Asia Tenggara pada awalnya mengamalkan sistem sosial yang bercorak tradisional berasaskan sistem feudal Sistem feudal membawa maksud satu bentuk kerajaan yang hanya dijalankan oleh individu tertentu yang bebas dari kawalan kerajaan pusat.
Raja menduduki lapisan teratas diikuti oleh golongan bangsawan(nai), rakyat  yang bebas (phrai) dan hamba (that)  golongan sangha (sami Buddha) berperanan penting dalam sistem feudal Thai raja Thai mempunyai kuasa mutlak dalam pemerintahan golongan nai berperanan sebagai pemimpin masyarakat dan memberi perlindungan kepada golongan phrai. phrai menjadi symbol kekayaan dan kekuasaan politik golongan nai that pula merupakan hamba kepada golongan nai dan phrai yang kaya dua kelas that yang penting yaitu hamba berhutang dan hamba tawanan perang golongan sangha mendapat pengiktirafan yang tinggi di kalangan masyarakat Thai dan menjadi penggerak agama Buddha dengan menjadi tenaga pengajar utama kepada ahli masyarakat Thai  kedudukan mereka lebih tinggi dan mulia di sisi masyarakat.
2.      Pendidikan
Dalam paparan tentang sistem pendidkan di Thailand  ternyata ada kesamaan dengan sitem pendidikan di Indonesia dan ada juga perbedaanya. Berikut ini penjelasannya. Sistem pendidikan di Thailand terbagi menjadi 3, yaitu : pendidikan formal, pendidikan non-formal dan pendidikan informal.Untuk sistem pendidikan formal terdiri dari pendidikan dasar dan pendidikan tinggi. sedangkan sistem pendidikan non-formal terdiri dari : program sertifikat kejuruan, program short course sekolah kejuruan dan interest group program.
Wajib belajar di Thailand adalah wajib belajar 9 tahun, dengan rincian grade sebagai berikut :
·         Pendidikan play group dan TK usia 3-6 tahun
·         Pendidikan Sekolah dasar (selama 6 tahun), grade 1-6
·         Pendidikan Sekolah Menengah (selama 3 tahun), grade 7-9
·         Pendidikan Sekolah Menengah atas (selama 3 tahun), grade 10-12
Untuk grade 7-12 dalam satu kompon sekolahan, mereka tak harus mendaftar lagi , sudah otomatis melanjutkan di sekolah itu.
Ujian Nasional (UN) di Thailand dikoordinasikan oleh Bureu of Education Testing Office dari Komisi Pendidikan Dasar yang memakai Sistem Ordinary National Education Test (O-net). UN di wajibkan untuk grade 3, 6, 9 dan 12. Ada 8 mata pelajaran yang di-UN kan  yaitu :

1.      Bahasa Thai
2.      Matematika
3.      Science
4.      Ilmu sosial
5.      Agama dan Kebudayaan
6.      Bahasa asing
7.      Health dan Physical Education
8.      Art, Career dan Technology
Sedangkan siswa dari grade 1,2,4,5,7,8,10 dan 11, mengikuti ujian kelas dari sekolah masing-masing yang mengacu dari Office of Academic affair , Kementrian Pendidikan Thailand, secara serentak. Mudah-mudahan dapat menambah wawasan kawan-kawan.
3.      Keadaan Sosial
Thailand adalah negara kerajaan dengan ibu kota Bangkok. Thailand merupakan satu-satunya negara Asia Tenggara yang tidak pernah dijajah negara Eropa. Kepala negara Thailand adalah raja, sedangkan kepala pemerintahannya adalah perdana menteri.
Melayu, dan India. Sebagian besar penduduk Thailand menganut agama Buddha. Sebagian kecil penduduk Thailand yang beragama Islam, yaitu penduduk di daerah perbatasan Malaysia. Ada juga penduduk yang beragama Kristen dan Kong Fu Tse. Adapun bahasa yang ditetapkan sebagai bahasa kebangsaan Thailand adalah bahasa Thai.
Mata pencaharian penduduk Thailand adalah pertanian, kehutanan, pertambangan, dan industri. Pertaniannya menghasilkan padi, jagung, ubi kayu, petai, karet, lada, teh, tembakau, dan kapas. Hutannya menghasilkan kayu jati. Hasil buah-buahan Thailand terkenal unggul dan bermutu, seperti durian montong, pepaya bangkok, dan melon bangkok.
Pertambangannya menghasilkan timah dan mangan. Industrinya menghasilkan tekstil, semen, karung, dan barang elektronik. Barang yang diimpor Thailand adalah minyak bumi, mesin, dan mobil. Selain pertanian dan industri, Thailand juga terkenal dengan industri pariwisatanya yang merupakan penghasilan utama negara terbesar.

4.      Transportasi dan Pariwisata

a)      Penerbangan
Thailand memiliki bandara internasional di Bangkok, Chiang Mai, Chiang Rai, Phuket, Hat Yai dan U-Tapao (Pattaya).  Dengan perkembangan budget carrier akhir-akhir ini, banyak penerbangan yang menawarkan tiket dengan harga menarik, misalnya dari Jakarta-Singapura-Thailand, atau Jakarta - KL - Thailand. Tanyakanlah pada biro perjalanan atau maskapai penerbangan tentang paket-paket yang tersedia.

Beberapa penerbangan yang menuju Thailand dari Indonesia:
- Thai Airways
- Garuda Indonesia
- Singapore Airlines
- Kuwait Airlines
- Royal Brunei
- Malaysia Airlines
- Valuair/Jetstar
- Air Asia
- Silk Air

b)     Jalur Darat
·         Kereta Api (Tersedia jalur Singapore - Malaysia - Thailand)
  1. Singapore - KL: US$5 sampai US$20
  2. KL - Butterworth (Penang): US$5 sampai US$20
Lalu Butterworth - Bangkok: US$35
3.      KL – Hat Yai (Thailand): US$10 – US$14   
Hat Yai - Bangkok: US$6 sampai US$25
Variasi lain: Penang - Bangkok (dari Hualamphong Station), sekitar US$40. Berangkat pk. 14.00 tiba pk. 11.00 keesokan harinya.
·         Jalan Raya
Terdapat tiga penyeberangan darat di perbatasan Thai-Malaysia, yaitu di propinsi Songkhla, Yala dan Narathiwat. Sedangkan Thailand, Laos, China dan Myanmar akan membangun jalan yang menghubungkan keempat negara.
Perbatasan Thailand dan Kamboja ada di Aranyaprathet, berhadapan dengan kota Poi Pet di Kamboja. Sedangkan perbatasan dengan Laos ada di jembatan Persahabatan Thai-Laos di Sungai Mekong dekat Nong Khai.
c)      Laut
Terdapat kapal pesiar yang melayani:
  1. Superstar Virgo (Singapore - Phuket)
  2. Superstar Gemini (Singapore - Ko Samui - Bangkok - Sihanoukville)
  3. Yacht: di Phuket atau Pattaya
Selain itu, ada feri yang melayani jalur Malaysia – Thailand, yaitu:
-          Kuala Perlis - Satun (sudut barat daya Thailand)
-          Langawi - Satun dan Phuket (jadwal tergantung musim)
-          Kota Bahru - Ban Taba (pantai timur Thailand)

Rabu, 30 November 2011

Citra Non Foto da Geoeye 1/2

BAB II
PEMBAHASAN
A.   Pengertian Citra Non Foto
Citra non foto adalah gambar atau citra tentang suatu obyek dipermukaan bumi yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera dengan cara memindai (scanning).
Prinsip memindai adalah merekam obyek di permukaan bumi dengan mekanisme parsial. Obyek dipermukaan bumi terbagi dalam sub area berupa garis yang membentuk area seluruhnya. Mekanisme perekaman baris perbaris pada sub area inilah yang di sebut perekaman secara parsial.




Gambar 1: Contoh scanning dalam citra non foto
Komponen-komponen dalam system penginderaan jauh diuraikan ringkas sebagai berikut :
1.      Tenaga untuk Penginderaan Jauh
Pengumpulan data dalam penginderaan jauh dilakukan dari jarak jauh dengan menggunakan sensor buatan. Untuk itu diperlukan tenaga penghubung yang membawa data tentang objek ke sensor.
Tenaga penghubung diperlukan agar berbagai informasi dalam berbagai bentuk dapat diterima oleh sensor dengan baik. Tenaga penghubung yang dimanfaatkan dalam penginderaan jauh berupa tenaga alamiah dan tenaga buatan.
Tenaga penghubung alamiah disebut penginderaan jauh sistem pasif, yaitu yang merekam pantulan atau pancaran radiasi elektromagnetik dari suatu objek yang biasanya bersumber dari matahari. Sedangkan sumber tenaga buatan yang digunakan dalam penginderaan jauh system aktif, yaitu perekaman dengan menggunakan sumber tenaga uatan seperti system RADAR dan LIDAR. Sistem scanner ini dapat dibedakan menjadi dua Yaitu scanner opto-mekanik (contohnya Landsat TM) dan scanner penyapu (push broom).
2.      Atmosfer
Atmosfer bersifat selektif terhadap panjang gelombang, sehingga hanya sebagian kecil saja tenaga elektromagnetik yang dapat mencapai permukaan bumi dan dimanfaatkan untuk penginderaan jauh. Bagian spectrum elektromagnetik yang mampu melalui atmosfer dan dapat mencapai permukaan bumi disebut “jendela atmosfer”. Jendela atmosfer yang paling banyak digunakan dalam penginderaan jauh adalah spectrum tampak.
3.      Sensor
Tiap sensor memiliki kepekaan tersendiri terhadap bagian spectrum elektromagnetik. Semakin kecil objek yang dapat direkam oleh sensor, maka semakin baik kualitas sensor itu dan semakin baik kemampuan sensor untuk merekam gambar terkecil/resolusi spasial dari citra.
4.      Perolehan Data
Perolehan data dapat dilakukan dengan cara manual yaitu dengan interpretasi secara visual, dan dapat pula dengan cara numeric atau cara digital yaitu dengan menggunakan computer. Foto udara pada umumnya diinterpretasi secara manual, sedangkan data hasil penginderaan jauh secara elektronik dapat diinterpretasi secara manual maupun secara numerik.


5.      Pengguna Data
Pengguna data (orang, institusi, atau pemerintah) merupakan komponen paling penting dalam penginderaan jauh karena para penggunalah yang dapat menentukan diterima atau tidaknya hasil penginderaan jauh. Data yang dihasilkan mencakup wilayah sumber daya alam suatu negara, yang merupakan data yang sangat penting untuk kepentingan orang banyak, sehingga data ini.
C.   Interpretasi Citra
Interpretasi citra merupakan pengkajian foto udara atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut dalam manginterpretasikan citra, penafsir mengkaji citra dan berupaya mengenali objek melalui tahapan kegiatan sebagai berikut :
1.      Deteksi adalah usaha penyadapan data secara global baik yang tampak maupun yang tidak tampak. ada tidaknya suatu objek ditentukan dalam pendeteksiannya, misalnya objek berupa sabana.
2.      Identifikasi adalah usaha untuk mengenali objek yang tergambar pada citra yang dapat dikenali berdasarkan cirri yang terekam oleh sensor dengan alat stereoskop.
3.      Analisis adalah pengumpulan informasi lebih lanjut setelah melakukan deteksi dan identifikasi citra. unsur-unsur interpretasi citra untuk mempermudah menafsir objek yang tergambar pada citra foto, dapat digunakan unsur-unsur yang tercermin pada objek yaitu :
·         Bentuk merupakan gambar yang mudah dikenali. Objek yang sejenis di muka bumi memiliki bentuk yang sejenis pada citra. contoh : gedung sekolah pada umumnya berbentuk huruf i, l, u, atau persegi panjang, gunung api berbentuk kerucut.
·         Ukuran merupakan ciri objek berupa jarak, luas, tinggi, lereng, dan volume. Ukuran objek pada citra berupa skala, contoh : lapangan olah raga sepakbola dicirikan dengan bentuk persegi panjang dan ukuran tetap yakni sekitar 80-100 m.
·         Rona merupakan tingkat kecerahan objek yang tergambar pada citra.
·         Tekstur merupakan frekuensi perubahan rona pada citra. tekstur biasanya dinyatakan ; kasar, sedang, dan halus. misalnya hutan bertekstur kasar, belukar bertekstur sedang, dan semak bertekstur halus.
·         Bayangan bersifat menyembunyikan detail atau objek yang berada di daerah gelap. bayangan juga dapat berfungsi sebagai kunci pengenalan yang penting dari beberapa objek yang justru dengan adanya bayangan menjadi lebih jelas.
·         Pola merupakan ciri yang menandai banyak objek bentukan manusia dan beberapa objek alamiah. contoh : pola aliran sungai menandai struktur biologis. pola aliran trellis menandai struktur lipatan. permukiman transmigrasi dikenali dengan pola yang teratur, yaitu ukuran rumah yang jaraknya seragam, dan selalu menghadap ke jalan. kebun karet, kebun kelapa, dan kebun kopi mudah dibedakan dengan hutan atau vegetasi lainnya dari polanya yaitu berpola teratur ( pola jarak tanamnya ).
·         Situs merupakan letak suatu objek terhadap objek lain di sekitarnya. contoh : permukiman pada umumnya memanjang di pinggir beting pantai, tanggul alam atau di sepanjang tepi jalan. persawahan banyak terdapat di daerah dataran rendah, dan sebagainya.
·         Asosiasi merupakan keterkaitan antara objek yang satu dengan objek yang lain. contoh : stasiun kereta api berasosiasi dengan jalan kereta api yang jumlahnya lebih dari satu (bercabang) untuk dijaga penggunaannya.

D.   Jenis-Jenis  Citra Non Foto
1.      Citra Nonfoto berdasarkan spektrum elektromagnetik yang digunakan :
a.       Citra Radar
Citra yang dibuat dengan menggunakan spektrum gelombang mikro, citra radar merupakan hasil penginderaan dengan sistem aktif yaitu dengan sumber tenaga buatan, sedang citra gelombang mikro di hasilkan dengan sistem pasif yaitu dengan menggunakan sumber tenaga alamiah.




http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/02/radar-02.jpg?w=264&h=300
 






Gambar : Citra Radar
Jenis citra radar berdasarkan saluranya :
Jenis citra radar
Panjang gelombang yang digunakan (um)
Saluran Ka
7,5-11
Saluran K
11-16,7
Saluran Ku
16,7-24
Saluran X
37,5-75
Saluran S
75-150
Saluran L
150-300
Saluran P
300-1.000
            Meskipun citra non foto juga ada yang menggunakan spectrum tampak, citranya tidak disebut citra tampak, ia lebih sering disebut berdasarkan sensornya atau wahananya seperti misalnya citra RBV, citra MSS, dan citra lainya.


b.      Citra Inframerah Termal
http://andimanwno.files.wordpress.com/2010/02/radar-04.jpg?w=300&h=217Citra yang dibuat dengan menggunakan spektrum inframerah termal, jendela atmosfer yang di gunakan ialah saluran dengan panjang gelombang (3,5-5,5)um, (8-14)um dan sekitar 18 um, penginderaan pada spektrum ini mendasarkan atas beda suhu obyek dan daya pancarnya yang pada citra tercermin dengan beda rona atau beda warnanya.





Gambar : Citra Inframerah Termal
c.       Citra Gelombang Mikro
Merupakan Citra yang dibuat dengan menggunakan spektrum gelombang mikro.
2.      Citra Nonfoto berdasarkan sensor yang digunakan
a.       Citra Tunggal
Citra tunggal yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan sensor tunggal dan dengan saluran lebar.
b.      Citra Multispektral
Citra multispectral yaitu citra yang dibuat dengan menggunakan sensor saluran jamak dan dengan saluran sempit.



Citra multispectral pada landsat serina di bedakan atas :
·         Citra “return beam vidicon” atau citra RBV yaitu citra yang di buat dengan kamera “return beam vidicon” pada landsat-1 dan landsat-2, meskipun berupa kamera, hasilnya bukan berupa foto karena detektornya bukan film dan prosesnya bukan fhotografik melainkan elektronik, ia beroperasi dengan spectrum tampak. Citra RBV pada landsat-3 bukan lagi berupa citra multispectral, melainkan citra ganda.
·         Citra “multispektran scanner” atau citra MMS, yaitu citra yang dibuat dengan MMS sebagai sensornya, ia dapat beroperasi dengan spectrum tampak maupun spectrum lainya misalnya spectrum infamerah termal.

3.      Citra Nonfoto berdasarkan wahana yang digunakan
a.       Citra Dirgantara (airborne image)
Citra Dirgantara(airborne image) yaitu citra yang di buat dengan wahana yang beroperasi di udara atau dirgantara, sebagai contoh misalnya citra infamerah termal, citra radar, dan citra MMS yang dibuat dari udara, istilah citra dirgantara ini jarang sekalidi gunakan.

b.      Citra Satelit



Gambar : Satelit
Citra Satelit (Satellite/Spaceborne Image), yaitu citra yang dibuat dari antariksa atau angkasa luar. Citra ini dibedakan lagi atas penggunaannya, yakni:
a)      Citra satelit untuk penginderaan planet. Contoh: Citra satelit Viking (AS), Citra satelit Venera (Rusia).
b)       Citra satelit untuk penginderaan cuaca. Contoh: NOAA (AS), Citra Meteor (Rusia).
c)      Citra satelit untuk penginderaan sumber daya bumi. Contoh: Citra Landsat (AS), Citra Soyuz (Rusia) dan Citra SPOT (Perancis) pada tahun 1986.
d)     Citra satelit untuk penginderaan laut. Contoh: Citra Seasat (AS), Citra MOS (Jepang) yang akan diorbitkan pada tahun 1986.

E.    Manfaat Citra Non Fhoto
Penginderaan jauh bermanfaat dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya di bidang kelautan, hidrologi, klimatologi, lingkungan, dan kedirgantaraan.
a.       Manfaat di bidang kelautan (Seasat dan MOSS)
·         Pengamatan sifat fisis air laut
·         Pengamatan pasang surut air laut dan galombang laut
·         Pemetaan perubahan pantai, abrasi, sedimentasi, dan lain-lain.
b.      Manfaat di bidang hidrologi (Landsat dan SPOT)
§  Pengamatan DAS
§  Pengamatan luas daerah dan intensitas banjir
§  Pemetaan pola aliran sungai
§  Studi sedimentasi sungai
c.       Manfaat di bidang klimatologi (NOAA, Meteor, dan GMS)
o   Pengamatan iklim suatu daerah
o   Analisis cuaca
o   Pemetaan iklim dan perubahannya
d.       Manfaat di bidang sumber daya bumi dan lingkungan (Landsat, Aster, Soyus, dan Spot)
ü  Pemetaan penggunaan lahan
ü  Pengumpulan data kerusakan  lingkungan karena berbagai hal
ü  Pendeteksian lahan kritis
ü  Pemantauan distribusi sumber daya alam
ü  Pemetaan untuk keperluan HANKAMNAS
ü  Perencanaan pembangunan wilayah

F.    Satelit Geoeye As Merupakan Satelit Tercanggih Pada Zaman Sekarang
GeoEye-1 merupakan Satelit pengamat Bumi yang pembuatannya disponsori oleh Google dan National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) yang diluncurkan pada 6 September 2008 dari Vandenberg Air Force Base, California, AS. Satelit ini mampu memetakan gambar dengan resolusi gambar yang sangat tinggi dan merupakan satelit komersial dengan pencitraan gambar tertinggi yang ada di orbit bumi saat ini.




Gambar   Satelit Geoeye 1                                              Hasil Citra Satelit Geoeye 1
a.      Sejarah Satelit Geoeye
GeoEye-1 dikeluarkan oleh GeoEye Inc yang sebelumnya juga mengeluarkan satelit bernama IKONOS yang merupakan satelit sub-meter komersial pertama di dunia. GeoEye-1 dilengkapi dengan teknologi-teknologi tercanggih yang pernah digunakan dalam sistem satelit komersial yang dibuat oleh perusahaan General Dynamics. Dalam pembuatannya, satelit ini memakan biaya sebesar $502 juta yang ditanggung oleh Google dan National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) sebagai sponsor-sponsor utamanya. Pada satelit ini, terdapat logo Google yang terletak pada bagian samping roket Delta II yang meluncurkannya.
Sensor kamera pada satelit ini dibuat oleh ITT Corporation yang kemudian dikirimkan pada General Dynamics untuk diintegrasikan ke dalam GeoEye-1 pada Januari 2007. Gambar pertama yang dihasilkan oleh GeoEye-1 setelah proses kalibrasi selesai adalah foto udara dari kampus Universitas Kutztown yang terletak di pertengahan antara Reading dan Allentown, Pennsylvania dengan ketinggian orbit 423 mil atau 681 km di atas East Coast, Amerika.
b.      Spesifikasi dan Operasi satelit geoeye 1
Satelit ini mampu menghasilkan gambar dengan resolusi 0,41 meter untuk sensor panchromatic (hitam-putih) dan 1,65 meter untuk sensor multispectral (berwarna). Kemampuan ini sangat ideal untuk proyek pemetaan skala besar. GeoEye-1 mengorbit pada ketinggian 681 km di atas permukaan bumi dan melaju dengan kecepatan 7,5 km per detik.
Selain resolusi spasial tersebut, GeoEye-1 juga memiliki tingkat akurasi tiga meter, yang berarti bahwa pengguna satelit ini dapat memetakan alam dan fitur buatan dalam jarak tiga meter dari lokasi sebenarnya di permukaan bumi tanpa adanya titik kontrol utama. Tingkat akurasi ini tidak pernah dicapai sebelumnya dalam sistem pencitraan komersial lainnya.
 




c.       Ketepatan satelit geoeye 1
GeoEye-1 dapat kembali ke titik manapun di bumi sekali dalam jangka waktu tiga hari atau lebih cepat. Walaupun GeoEye-1 memiliki berat mencapai lebih dari 2 ton dan memiliki dua tingkat, namun satelit ini dirancang untuk dapat membidik beberapa target kamera ITT sekaligus selama satu kali pengorbitan. GeoEye-1 telah diprogram untuk dapat berputar serta bergeser ke depan, belakang, atau samping dalam membidik targetnya sehingga hasil pencitraan yang dilakukan akan memiliki ketelian yang sangat tinggi. Kemampuan ini membuat GeoEye-1 mampu mengumpulkan banyak gambar selama satu kali pengorbitan.



d.      Frekuensi Pengorbitan satelit geoeye 1
GeoEye-1 mengorbit 15 kali per hari dan membutuhkan waktu 98 menit untuk satu kali orbit. Satelit yang berada pada ketinggian 681 km atau 423 mil dari permukaan bumi ini mengorbit dengan kecepatan sebesar 7,5 km/ detik atau 16.800 mil/ jam. Satelit ini dapat kembali ke titik pengorbitan sebelumnya dalam waktu 3 hari atau lebih cepat untuk mencari sudut pandang pencitraan yang diperlukan, Satelit ini melengkapi sistem satelit IKONOS yang juga dikeluarkan oleh GeoEye Inc, namun akan lebih cepat dalam proses pengumpulan gambarnya yaitu 40% lebih cepat untuk panchromatic dan 25% lebih cepat untuk multispectral. Bersama-sama, satelit GeoEye-1 dan IKONOS dapat mengumpulkan hampir 1 juta sq km hasil pencitraan setiap harinya.
e.       Volume Pencitraan satelit geoeye 1
Dalam satu hari, GeoEye-1 dapat melakukan pencitraan terhadap wilayah dengan ukuran sampai 700.000 km2 atau sebesar kota Texas dalam mode panchromatic. Sedangkan dalam mode multispectral, GeoEye-1 melakukan pencitraan terhadap 350.000 km2 wilayah setiap harinya, setara dengan warna memotret di seluruh Negara Bagian New Mexico.
f.       Kamera satelit geoeye 1
Teleskop optik, detektor, focal plane dan prosesor digital berkecepatan tinggi pada GeoEye-1 mampu mengolah gambar sebesar 700 juta piksel setiap detiknya. Kegesitan kamera GeoEye-1, membuatnya mampu untuk memperpanjang lebar petak kamera sebesar 15,2 km atau menghasilkan beberapa gambar dari target yang sama selama satu kali pengorbitan untuk membuat gambar stereo.




g.      Produk satelit geoeye 1
Terdapat tiga tingkat produk pencitraan yang ditentukan oleh tingkat akurasi posisi :
·         Produk Geo
Produk Geo adalah gambar peta berorientasi radiometrik yang cocok digunakan untuk berbagai keperluan. Selain cocok untuk aplikasi visualisasi dan pemantauan, produk Geo juga dilengkapi dengan model sensor kamera dalam format rational polynomial coefficient (RPC). Model kamera ini memetakan koordinat tanah menjadi koordinat gambar hasil pencitraan. Produk Geo dapat digunakan oleh pengguna ahli dengan menggunakan perangkat lunak komersial.
·         Produk GeoProfessional
Produk GeoProfesional adalah hasil pencitraan yang telah dikoreksi oleh staf produksi GeoEye Inc dengan menggunakan proses kepemilikannya atas fasilitas produksi untuk mengoptimalkan data yang dikumpulkan oleh satelit GeoEye. Proses pengkoreksian yang dilakukan GeoEye memungkinkan pengguna untuk dengan cepat mendapatkan hasil yang paling akurat dan tepat yang tersedia dari program satelit. Produk ini cocok untuk ekstraksi fitur, perubahan deteksi, pemetaan dasar dan aplikasi serupa lainnya.
·         Produk GeoStereo
Produk GeoStereo menyediakan dasar untuk fitur pengenalan tiga dimensi, ekstraksi, dan eksploitasi. Oleh karena itu, produk ini menyediakan dua gambar berbentuk stereo geometri untuk mendukung berbagai aplikasi pencitraan stereo seperti pembuatan Model Elevasi Digital (DEM), pembuatan ekstraksi ketinggian, dan menciptakan berbagai lapisan spasial. GeoStereo dalam proyeksi pemetaan meliputi data kamera dengan format RPC yang mendukung penyesuaian, ekstraksi , stereo tiga dimensi, generasi DEM, dan operasi fotogrametri.






h.      Kegunaan geoeye 1
Satelit ini digunakan untuk menyediakan data-data peta satelit daratan di seluruh dunia yang akan memperkuat layanan peta berbasis web melalui Google Earth maupun Google Maps. Selain itu, GeoEye-1 juga memberikan data hasil pencitraan beresolusi tinggi pada National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) untuk kepentingan pemerintah Amerika Serikat.
Pengguna GeoEye-1 memiliki pilihan untuk memesan hasil pencitraan dalam bentuk gambar biasa, sudah dimodifikasi, atau dalam bentuk gambar stereo sebagai produk-produk yang dihasilkan. Produk GeoEye-1 akan memberikan berbagai aplikasi untuk :
i.        Keamanan dan Masalah Privasi
Resolusi gambar yang mampu dihasilkan oleh satelit GeoEye-1 bisa mencapai jarak 41 cm, namun pemerintah Amerika Serikat membatasi penggunaannya oleh publik yaitu hanya sampai resolusi 50 cm karena detail seperti itu dapat mengancam privasi Negara. Google sebagai klien komersial hanya diperbolehkan mengambil gambar melalui satelit ini dengan resolusi maksimal sebesar 50 cm, sedangkan NGA memperoleh gambar dengan resolusi 43 cm.

Untuk pusat komando, GeoEye memperbaharui dan mengontrol fasilitas stasiun utamanya dari markas besarnya di Dulles, Virginia. Pusat operasi ini bertugas untuk mengirimkan perintah dan menerima data dari satelit. Tiga stasiun lainnya lainnya dioperasikan oleh GeoEye Inc di Barrow, Alaska, Tromso, Norwegia dan Troll, Antartika. Empat stasiun utama tersebut memberikan tempat penampungan data yang dibutuhkan sesuai dengan banyaknya hasil pencitraan yang ditangkap oleh satelit GeoEye-1. Fasilitas operasional yang berada di Thornton, Colorado juga telah diperbarui sebagai stasiun utama cadangan bagi GeoEye-1.
j.        Pantauan GeoEye-1 di Sekitar Indonesia
Gambar hasil pantauan satelit GeoEye-1 saat ini sudah tersedia untuk sebagian kecil wilayah Indonesia. GeoEye-1 sudah merekam kota Makassar dan sekitarnya pada tanggal 30 April 2009 dan pembaharuannya sudah tersedia sejak bulan Juli 2009. Pada awal bulan Agustus, GeoEye-1 juga sudah merekam gambar pada wilayah Timor Leste.
k.      GeoEye-2
GeoEye-2 merupakan Satelit pengamat Bumi komersial generasi baru yang akan diluncurkan pada tahun 2011 atau 2012. Satelit ini akan memiliki resolusi sampai 25 cm dan akan menjadikannya sebagai satelit komersial dengan pencitraan gambar tertinggi menggantikan GeoEye-1. Penggunaan resolusi gambar satelit GeoEye-2 juga akan dibatasi oleh pemerintah Amerika Serikat, dimana hanya pemerintah dan agennya yang dapat menggunakan resolusi tertinggi dari satelit ini. Sensor gambar akan dibuat oleh ITT Corporation dan satelit akan dimilki oleh GeoEye Inc. Seperti pada GeoEye-1, GeoEye-2 juga akan dikontrak oleh Google.




Gambar Geoeye 2                                                       Hasil Interpretasi Geoeye 2
BAB III
PENUTUP
A.   Kesimpulan
Citra non foto adalah gambar atau citra tentang suatu obyek dipermukaan bumi yang dihasilkan oleh sensor bukan kamera dengan cara memindai (scanning). Komponen-komponen dalam system penginderaan jauh diuraikan ringkas sebagai berikut : Tenaga untuk Penginderaan Jauh, Atmosfer, Sensor, Pengguna Data, Perolehan Data. Interpretasi citra merupakan pengkajian foto udara atau citra dengan maksud untuk mengidentifikasi objek dan menilai arti pentingnya objek tersebut dalam manginterpretasikan citra. Jenis-Jenis  Citra Non Foto : Citra Nonfoto berdasarkan spektrum elektromagnetik, Citra Nonfoto berdasarkan sensor, Citra Nonfoto berdasarkan wahana. Penginderaan jauh bermanfaat dalam berbagai bidang kehidupan, khususnya di bidang kelautan, hidrologi, klimatologi, lingkungan, dan kedirgantaraan.
GeoEye-1 merupakan Satelit pengamat Bumi yang pembuatannya disponsori oleh Google dan National Geospatial-Intelligence Agency (NGA) yang diluncurkan pada 6 September 2008 dari Vandenberg Air Force Base, California, AS. Satelit ini mampu memetakan gambar dengan resolusi gambar yang sangat tinggi dan merupakan satelit komersial dengan pencitraan gambar tertinggi yang ada di orbit bumi saat ini.
Sensor kamera pada satelit ini dibuat oleh ITT Corporation yang kemudian dikirimkan pada General Dynamics untuk diintegrasikan ke dalam GeoEye-1 pada Januari 2007. Gambar pertama yang dihasilkan oleh GeoEye-1 setelah proses kalibrasi selesai adalah foto udara dari kampus Universitas Kutztown yang terletak di pertengahan antara Reading dan Allentown, Pennsylvania dengan ketinggian orbit 423 mil atau 681 km di atas East Coast, Amerika.
B.   Kritik dan Saran
Disini penulis mengharapkan kritikan dan saran dari pembaca karena makalah kami ini belum sempurna, semoga pembaca dan pendengar dapat memahami tentang Citra Non Foto.
Daftar Pustaka

GeoEye-1
Dari Wikipedia bahasa Indonesia, ensiklopedia bebas
sumber : Sutanto, 1992
Contoh konvergensi bukti